Rabu, 25 November 2009

STRUKTUR KESADARAN BERIMAN

I. PENDAHULUAN
Keyakinan, sikap perilaku manusia adalah hasil dari perjalanan proses yang panjang yang diawali dari tumbuhnya sebuah pengertian akan dunia yang ada diluar dirinya atau dalam istilah psikologi adalah kesadaran .
Mengambil fenomena yang terjadi dan sangat dekat dengan kita. Tentang kasus-kasus yang meliputi akan segala hal, diantaranya kasus rumah tangga, penganiayaan, dan pemerkosaan. Dalam bidang sosial banyaknya kehamilan diluar nikah dan sebagainya.banyak yang menyebut bahwa orang yang melakukan hal tersebut diatas adalah yang lemah iman, juga ada yang menyebut bahwa orang tersebut orang yang tidak sadar, ada juga yang menyebut mereka sebagai orang yang tidak menjalankan nilai-nilai agama dengan baik atau yang seharusnya. Sebagai wujud dari bentuk suatu keberagamaan, yang sangat berkaitan erat dengan kesadaran iman.dan titik tekan suatu agama yang utama adalah aqidah sebagai pembangunan suatu kepercayaan atau keimanan.
II. PERMASALAHAN
1. Apa pengertian kesadaran beriman ?
2. Bagaimana proses munculnya kesadaran beriman?
3. Bagaimana hubungan anatara kesadaran beriman dengan amal saleh?

III. PEMBAHASAN
A. Pengertian Kesadaran Beriman
Menurut KBBI kesadaran secara bahasa berarti keinsyafan, keadaan mengerti dan hal yang dirasakan atau dialami oleh seseorang . sedangkan menurut istilah sebagaimana pendapat Joachim Wach yang dikutip oleh muslim A. Kadir adalah gejala kewajiban yang ditandai oleh tumbuhnya pengertian sebagai produk interaksi kemampuan manusia .
Adapun kata iman berasal dari bahasa arab yang merupakan bentuk mashdar dai amaman yukminu imanan yang berarti percaya atau yakin, sedangkan menurut istilah menurut Imam Roghib, iman berarti tashdiun bil-qolbi wa’-amalun bul-jawarih, artinya keadaan dimana pengakuan dengan lisan itu harus didiringi dengan pembenaran hati dan kemudian mengamalkan apa yag didinginkan dengan anggota badan .
Atau dengan kata lain bahwa keimanan itu bukan semata-mata ucapan yang keluar dalam bibir, atau hanya semacam keyakinan dalam hati belaka, tapi keimanan sebenarnya adalah merupakan suatu aqidah yang memenuhi seluruh hati nurani yang dapat menimbulkan bekas atau kesan, sebagaimana semerbaknya bau harum yang dikeluarkan oleh bunga mawar .
B. Proses munculnya kesadaran beriman
Proses munculnya kesadaran beriman pada diri seseorang, muslim A. kadir mengatakan kesadaran beriman dengan adanya tuhan mulai disaat orang beriman tersebut mengucap syahadat sebagai pernyataan menerima ajaran islam sebagai suatu gejala kejiwaan. Mengucap syahadat berarti seseorang telah menyatakan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya. Ketika pengucap tersebut melakukannya dalam dirinya telah tumbuh kesadaran beriman dengan tingkat tertentu, bergantung dengan kejiwaan orang tersebut.
Dalam dua pengalaman ini dapat dibagi menjadi dua macam, pertama kesadaran beriman yang tumbuh dari pengalaman konversi dan bentuk kedua, karena kelahiran. Kesadaran beriman yang tumbuh dari lahir, biasanya berlangsung pelan-pelan bahkan mungkin tidak dengan bentuk yang khusus, berbeda dengan ini adalah kesadaran beriman karena konversi kedua faktor lagi yakni peluang dan kemampuan menangkap kebenaran dari ajaran islam yang diyakininya. Artinya semakin besar kebenaran yang diperoleh seseorang terkait denga ajaran yang diyakininya maka semakin besar pula peluangnya untuk meningkatkan kesadaran beriman .
C. Hubungan Kesadaran Beriman Dengan Amal Saleh
Nur Said SM yang mengambil pemikiran dari Izutzu menjelaskan bahwa iman dan amal saleh merupakan dua unit yang tidak dapat dipisahkan, mereka yang merasa beriman idealnya mengaktualkan dengan perbuatan baik . Dari hal diatas yang menyatakan bahwa bagian dari definisi iman adalah pengaktualisasian melalui perbuatan baik, maka orang yang sadar akan keimananya kepada Allah dan Rosul-Nya. Maka sudah barang tentu dia akan bertaqwa dan menjalankan sunnah-sunnahnya yang mana hal itulah yang dianggap amal saleh.
Amal saleh selain bagian dari tahapan keimanan juga dapat dijadikan tolak ukur seberapa kuat keimanan orang tersebut. Semakin kuat keimanan seseorang semakin baik pula amal salehnya atau tingkah lakunya. Sehingga iman dapat mendasari semua aktifitasnya.

IV. KESIMPULAN

Dari sedikit pembahasan diatas, maka makalah dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut:
 Kesadaran beriman adalah kesadaran manusia yang menyadari akan keberadaan Allah sebagai Tuhan yang Maha Esa dan semua sifat Maha yang dimilikinya dan dapat meng aktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
 Proses kesadaran beriman dapat dibagi menjadi dua macam, pertama kesadaran beriman yang tumbuh dari pengalaman konversi dan bentuk kedua, karena kelahiran.
 Kesadaran beriman dan amal saleh merupakan dua unit yang tidak dapat dipisakan dan saling berkaitan.


V. PENUTUP
Demikianlah makalah yang kami sampaikan tentunya ini semua jauh dari kesempurnaan , kritik dan saran yang konstruktif kami harapkan demi perbaikan makalah agar lebih baik. Dan akhirnya , semoga semua apa yang kitapelajari bisa bermanfaat bagi orang lain dan khususnya bagi diri kita dan terutama bagi perkuliahan psikologi islam supaya kita bisa menambah khasanah ilmu dan menambah pengetahuan, amin.

REFERENSI

 Moh. Dzofir, Dkk.,Daros Ilmu Tauhid Amali, STAIN KUDUS, Kudus 2004, hlm. 138
 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka 1995, hlm 859
 Muslim A. Kadir,Daros ilmu Islam Terapan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta 2003, hlm 155
 Amin Sykur, Tasyawuf Kontekstual, Pustaka Pelajar, Yogyakarta 2003, hlm 108
 Nur Said SM, Makalah Islam Untuk Perubahan disamapaikan di PDTD UKM LDK STAIN KUDUS , Kudus 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar