Rabu, 25 November 2009

PRESFEKTIF AL-QUR’AN TENTANG
URGENSI BAHASA ARAB

1. Surat Fusshilat Ayat : 44


Artinya : “Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh." (Qs. Fusshilat : 44).
a. I’robul Ayat
وَ : حرف عطف
لَوْ : حرف شرط
جَعَلْنَاهُ : فعل وفاعل جعل فعل ماض مبني على السكون لانه يتصل بضمير الرفع المشترك
نا : ضمير متصل فى محل رفع فاعله
ه : المفعول به الاول من جعل
قُرْآَنًا : : المفعول به الثانى من جعل
أَعْجَمِيًّا : منسوب الى اللاعجم
لَقَالُوا : ل = التوكير وهو جواب لو
قَالُو : فعل ماض مبني على الفتح المقدر فى آخره منع من ظهورها اشتغال المحل بحركة المناسبة لان الواو يناسبها
لَوْلَا : هلاّ= كلمة التخصيص
فُصِّلَتْ : فعل ماض مبني للمجهول
التاء : التأنيث الساكنة
آَيَاتُهُ : نائب الفاعل مرفوع وعلامت رفعه ضمة ظاهرة لانه جمع التكسير
أ :استفهام انكارى
َأَعْجَمِيٌّ : خبر مبتدإ محذوف
وَ : حرف العطف
عَرَبِيٌّ : معطوف على اعجمى والمعطوف من المرفوع مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة
قُلْ : فعل امر مبني على السكون فاعله مستتر فيه وجوبا تقديره انت
هُوَ : قول مقول= مبتدأ
لِلَّذِينَ : ل= حرف الجر
الَّذِينَ : اسم موصول فى محل جر. وجملة "آمنوا" صلة الموصول والعائد الواو
هُدًى : خبر "هو" فهو مرفوع وعلامة رفعه ضمة مقدرة على الالف منه لانه اسم المقصورة
وَ : حرف العطف
َشِفَاءٌ : معطوف على هُدًى والمعطوف من المرفوع مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة
الَّذِينَ : اسم موصول فهو مبتدأ
لَا يُؤْمِنُونَ : لا= نفى. . وجملة " لَا يُؤْمِنُونَ" صلة الموصول والعائد الواو الجمعى
فِي : حرف الجر
آَذَانِهِمْ : مجرور بحرف الجر فهو مضاف وعلامته كسرة. هم= مضاف الى اذان
وَقْرٌ : : خبر مبتدإ مرفوع وعلامة رفعه ضمة ظاهرة
وَ : حالية
هُوَ : مبتدأ
عَلَيْهِمْ : على= حرف الجر
عَمًى : خبر مبتدإ مرفوع وعلامة رفعه ضمة مقدرة على الالف منه لانه اسم المقصورة
أُولَئِكَ : مبتدأ مرفوع
يُنَادَوْنَ : خبر أُولَئِكَ فهو فعل المضارع صحيح الاخر لتجرده عن الناصب والجازم
مِنْ : حرف الجر
مَكَانٍ : مجرور بحرف الجر وعلامته كسرة ظاهرة
بَعِيدٍ : النعت والنعت يتبع فى اعرابه ويتبعه فى جره

b. Analisis Kosa Kata (التحليل اللفظى)
لَوْ : Jikalau
Digunakan untuk tercegah sesuatu ilmu mengandung makna syarat. Lafadz "لو" kebanyakan diungkapkan pada sesuatu yang sulit terjadi
جَعَلْنَاهُ : Kami jadikan Al-Quran



Lafadz جَعَلُ lebih umum daripada فعل dan صنع dan saudara-saudaranya. Lafal ini punya arti menjadikan sesuaru tertentu. Lafal هُ kembali pada الذكر
أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيّ : ظبق (istilah balaghoh)
أَعْجَمِيًّا : Bahasa selain bahasa Arab.
Pada dasarnya اعجم berarti seseorang yang lisan tidak jelas perkataannya
لَوْلَا= هلاّ : Mengapa tidak
ُصِّلَتْ : Dijelaskan
هُدًى : Petunjuk bagi orang yang beriman dari kesesatan
شِفَاءٌ : Obat bagi mereka dari kebodohan dan keraguan
لَا يُؤْمِنُونَ : Tidak membenarkan al-Quran ini
وَقْرٌ : Sumbatan yang ada di telinga yang mencegah untuk mendengar suatu kalam
وَهُوَ : Kembali kepada al-Quran
عَلَيْهِمْ : Orang-orang kafir
عَمًى : Kegelapan, celaka
c. (اسباب النزول )Asbabun Nuzul
Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa orang-orang Quraisy berkata: "Mengapa al-Quran ini tidak diturunkan dalam bahasa 'Ajam (asing) dan bahasa Arab?" maka turunlah ayat ini (QS. Fushshilat: 44) sebagai jawaban kepada mereka, bahwa walaupun al-Quran ini diturunkan bukan dalam bahasa Arab, pasti mereka akan menolak pula dengan meminta perincian lebih lanjut dengan bahasa 'ajam dan bahasa Arab.


d. Kandungan Ayat (ما ترشد اليه الاية)
Ketika Allah menyebutkan al-Quran, kefasihan, kebalaghahan, dan hukum-hukum yang terkandung dalam semua lafal dan maknanya itu demikian hebat, tetapi orang-orang musyrik itu tetap saja tidak mau beriman, maka Allah memperingatkan bahwa kekufuran mereka itu adalah kufur karena menentang dan membangkang. Hal ini sebagaimana firman-Nya, "Dan kalau al-Quran itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir), niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." (QS. Assyu'ara: 198-199).
Demikian pula halnya kalau seluruh al-Quran diturunkan Allah dengan bahasa Ajam (bukan bahasa Arab), pastilah mereka, dengan nada menentang dan membangkang, akan mengatakan, "mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab?". Yakni pastilah mereka akan mengatakan, "Mengapa ayat-ayatnya tidak dijelaskan dengan bahasa Arab?" maksudnya, bagaimanakah mungkin perkataan yang asing di alamatkan kepada seorang Arab yang tentu saja tidak akan memahaminya?
Demikianlah tafsiran ayat ini diriwayatkan pula oleh Ibn Abbas ra. dan yang lain. Hal ini juga disinggung Allah pada ayat lima dari surat ini. Adapun ketika Quran turun dengan bahasa Arab maka tampak bahwa hal ini adalah hal yang menarik.
Kemudian Allah SWT berfirman, "Katakanlah, Quran itu adala petunjuk dan penawar bagi keraguan dan kebimbangan dalam dadanya. "Dan orang-orang yang tidak beriman, pada telinga mereka adalah sumbatan." Yakni, mereka tidak akan pernah memahami is kandungan Quran, "Sedang al-Quran itu merupakan suatu kegelapan bagi mereka." Yaitu, mereka tidak mendapatkan petunjuk dari penjelasan yang terdapat di dalamnya. "Mereka itu adalah orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh." Ibn Jarir berkata, "Artinya, seolah-olah orang yang mengajak bicara kepada mereka itu berada di tempat yang jauh sekali, sehingga mereka tidak dapat memahami apa yang dia katakana."
e. Aktualisasi Pesan Ayat Dalam Konteks Kekinian
Tidak dapat disangkal bahwa ayat-ayat Quran tersusun dengan kosakata bahasa Arab. Al-Quran mengakui dalam sekian banyak ayatnya, antara lain ayat0ayat membantah tuduhan yang mengatakan bahwa al-Quran diajarkan oleh sorang 'ajam kepada Nabi. Allah SWT berfirman,

Artinya : “Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)." Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.” (Qs. An-Nahl : 103)
Bahasa 'ajam adalah bahasa selain bahasa Arab, dan diartikan juga bahasa Arab yang tidak baik. Ayat ini juga menguatkan al-Quran berbahasa Arab ini juga meniadakan munculnya al-Quran baru, kitab-kitab agama baru yang ingin menyamai al-Quran, dimana isinya tidak menggunakan bahasa Arab.

2. Surat Yusuf Ayat 2

Artinya : “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”

a. (Analisa Gramatika) اعراب الاية

إِنَّا : ان حرف التوكيد ونصب تنصب الاسم وترفع الخبر. و نا المدغمة ضمير متصل في محل النصب
أَنْزَلْنَاهُ :خبر إن. انزلنا= فعل وفاعل انزلن فعل ماض. نا= ضمير متصل في محل الرفع فاعل. ه= مفعول به
قُرْآَنًا : البدل من الضمير. والبدل يتبع المبدل منه فى اعرابه تتبعه فى نصبه علامة نصبه فتحة لانه اسم المفرد
عَرَبِيًّا : منسوبا الى العرب
لَعَلَّكُمْ :لعل= حرف الترجى ونصب تنصب الاسم وترفع الخبر. كم= اسمها
تَعْقِلُونَ : خبرها. فعل المضارع صحيح الاخر لتجرده عن الناصب والجازم وعلامته ثبوت النون لانه من الافعال الخمسة
b. (التحليل اللفظى)analisis kosa KataA
أَنْزَلْنَاهُ : Kami menurunkannya
Terdiri dari kata-kata (أَنْزَلْ) telah diturunkan, نَا yagn merupakan pengganti nama banyak, dan هُ pengganti nama tunggal pertama ketiga. Lafadz أَنْزَلْ pada umumnya digunakan pada al-Quran untuk menunjuk kepada turunnya sesuatu secara sekaligus.

قُرْآَنًا : Al-Quran
Sebagian ulama mengatakan kitab ini disebut al-Quran karena dia mengumpulkan semua buah dari kitabnya Allah bahkan semua buahnya ilmu.
عَرَبِيًّا : Berbahasa Arab; sesuatu kalam yang fasih dan yang jelas
لَعَلَّ : mempunyai makna mengiginkan (supaya) yang bersifat الطمع .
Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa kata لَعَلَّ dari Allah adalah wajib, dalam beberapa tempat, لَعَلَّ ditafsiri dengan كى (supaya). Mereka berkata sesungguhnya الطمع tidak boleh bagi Allah untuk الطمع والاشفاق.
َعْقِلُونَ : Kalian memahaminya
Faham maknanya memahaminya dan perincian ayat-ayatnya.
c. (ما ترشد اليه الاية)Kandungan Ayat
Sesungguhnya ada rahasia tersndiri dibalik turunnya al-Quran dengan bahasa Arab. Secara tegas ayat ini menyatakan bahwa al_qruan berbahasa Arab dan Allah memilk bahasa itu karena keunikan bahasa Arab disbanding bahasa yang lain.
Pakar bahasa Arab, Ustman Ibn Junni (932-1002 M.) menekankan bahwa pemilihan huruf kosa-kata bukan suatu kebetulan, tetapi mengandung falsafah bahasa yang unik, misalnya dari ketiga huruf yang membentuk lafadz قَال (قَ ا ل) dapat dibentuk menjadi enam bentuk kata yagn semuanya mempunyai makna berbeda-beda. Disamping kaya akan jenis kelaminnya atau bilangannya, bahasa Arab juga jaya akan kosa-kata dan sinonimnya kata yang bermakna tinggi misalanya, mempunyai 60 sinonim, sedangkan kata yang bermakna singa ditemukan tidak kurang dari 500 kata, dan ular 200 kata.
Kemukjizatan al-Quran dari segi bilangan (al-I'jaz al-'adad al-Quran al-Karim) dapat dilihat dari contoh-contoh dibawah ini
a) Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan antonimnya
- الحياة (kehidupan) dan الموت (kematian) masing-masing sebanyak 145 kali
- الكفر (kekufuran) dan الايمان (iman) masing-masing 8 kali
b) Keseimbangan jumlah bilangan kata dengan sinonimnya
- القرأن (al-Quran) dan الوحى (wahyu) masing-masing 70 kali
- الجهر (nyata) dan العلانية (nyata) masing-masing 16 kali
c) Keseimbangan antara jumlah bilangan kata dengan kata yang menunjuk kepada akibatnya
- الانفاق (nafkah) dan الرضا (kerelaan) masing-masing 73 kali
- البخل (kekikiran) dan ) الحسرةpenyesalan) masing-masing 12 kali.
d. Aktualisasi Pesan Ayat Dalam Konteks Kekinian
Tujuan dari bahasa adalah mengungkapkan tujuan mutakallim. Untuk itu perlu digunakan wasilah dalam tujuan tersebut dengan sesuatu yang mudah dupahami. Bahasa Arab mempunyai peran penting dalam dunia islam yaitu membantu memecahkan persoalan mengenai syariat-syariat islam dari segi kebahasaan karena semua teks-teks syariat termaktub dalam buku-buku bernuansa Arabiyah seperti al-Quran, hadist, ijma, qiyas, sehingga orang yang akan memahami islam dan al-Quran harus mengenal bahasa Arab terlebih dahulu. Maka sangat tepat Allah menjadikan firmannya dalam bahasa Arab agar pesannya dapat dimenegerti bukan saja oleh masyarakat pertama yang ditemuinya, tetapi untuk seluruh umat manusia.

3. SURAT Az-ZUMAR AYAT 28

Artinya : “Ialah) Al Quran dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.” (Qs. Az Zumar : 28 )
a. Analisis Gramatika

قُرْآَنًا : حال مؤكدة
عَرَبِيًّا : منسوب الى العرب
غَيْرَ : اسم استثناء منصوب على الاستثناء وغلامة نصبه فتح اخره وهو مضاف
ذِي :مضاف اليه, وهو مضاف الى غير فهو مجرور بالاضافة وعلامة جره ياء ظاهرة لانه اسماء السته
عِوَجٍ : مجرور بالاضافة وهو مضاف اليه وعلامة جره كسرة ظاهرة
لَعَلَّهُمْ : لعل= حرف الترجى ونصب تنصب الاسم وترفع الخبر. هم= اسمها
يَتَّقُونَ : خبرها. فعل المضارع صحيح الاخر لتجرده عن الناصب والجازم وعلامته ثبوت النون لانه من الافعال الخمسة

b. (التحليل اللفظى)Analisis Kosa kata
غَيْرَ ذِي عِوَجٍ :
Tidak ada perbedaan dalam al-Quran dalam beberapa hal. Thabathabai berpendapat bahwa bila huruf ع pada kata itu difathahkan makan berbunyi auj, artinya sesuatu yagn bengkoknya terlihat dengan mudah, dan biladikasrohkan maka kebengkokan yang sulit terlihat dan memerlukan pemikiran untuk mengetahuinya.



c. (ما ترشد اليه الاية)Kandungan Ayat
Ayat ini menceritakan kembali tetnang ketuamaan al-Quran. Ia adalah bahasa yang nyata tidak ada kebengkokab di dalamnya, tidka ada ketimpangan, dan kesamaran, bahkan ia merupkana petunjuk. Hanyalah Allah yang menjadikannya sepeti itu supaya mereka bertakwa. Memang tidak ada kesamaran dalam al-Quran.
Redaksi Quran memilih sekelumit rincian ketelitiannya yang luar-biasa. Quran sangat teliti dalam pemilihan kosa-katanya. Ini dapat dilihat dari contoh di bawah ini:
1) Kata طفل (anak) dalam bentuk tunggal ditemukan dalam Quran pada tiga ayat. Tetapi apabila diamati secara cermat ditemukan bahwa ayat-ayat tersebut walaupun menggunakan bentuk tunggal, namun yang dimaksudkna adalah anak-anak (bentuk jamak). Seperti dalam surat Ghafir: 64, al-Hajj: 31. dalam surat an-Nur: 59, al-Quran menggunakan bentuk jama', yakni الاطفال:
وَإِذَا بَلَغَ الْأَطْفَالُ مِنْكُمُ الْحُلُمَ فَلْيَسْتَأْذِنُوا كَمَا اسْتَأْذَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آَيَاتِهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (59)
mengapa gerangan dalam dua ayat di atas digunakan bentuk tunggal sedangkan adalam ayat ketiga digunakan bentuk kamak?
Dua ayat pertama di atas berbicara tentang anak-anak pada mas kecil, yangbaru keluar dari perut ibunya. Mereka masih sangat suci bersih.
Anda lihat pada surat an-Nur: 59 menggunakan bentuk jamak karena keadaan mereka tidak lagi anak-anak lagi sebagaimana sebelum mereka mencapai usia baligh (dewasa).
d. Aktualisasi Pesan Ayat Dalam Konteks Kekinian
Sudah jelas bahwa Quran bersifat jelas, tidak ada pertentangan, sangat teliti da rinci dalam redaksinya. Setiap pilihan kosa-kata ada rahasianya. Orang yang ahli bahasa Arab akan merasakan indahnya al-Quran, hal ini pernah terjadi pada Umar Ibn Khattab ketika mendengar bacaan adiknya Fathimah ketika membaca surat Thaha ayat 1-3, ia gemetar, kemudian syahadat pada rasul.
Redaksi al-Quran yang tidak ada pertentangannya merupakan sebuah keajaiban tersndiri. Ini seharusnya dijadikan pedoman dalam suatu kaum untuk melestarikan bahasa sehingga jelas apa yang dikandung kalamnya.

4. SURAT AZ-ZUKHRUF AYAT 3

Artinya : “Sesungguhnya Kami menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab supaya kamu memahami(nya).” (Qs. Az-Zukhruf : 3).


a. Analisa Gramatika
جَعَلْنَاهُ : فعل وفاعل جعل فعل. نا= فاعل ضميرمتصل. ه= ضمير المفعول الاول
لَعَلَّكُمْ : لعل= حرف الترجى ونصب تنصب الاسم وترفع الخبر. كم= اسمها
تَعْقِلُونَ : خبرها. فعل المضارع صحيح الاخر لتجرده عن الناصب والجازم وعلامته ثبوت النون لانه من الافعال الخمسة

b. Analisis Kosa Kata
جَعَلْنَاهُ : Kami menjadikannya
Menurut Quraisy Syihab, kata جَعَل digunakan Quran untuk menekankan betapa besar manfaat dari apa yang dijadikan Allah itu dan hendaknya manusia dapat menyadari dan memanfaatkannya sebaik mungkin.
c. (ما ترشد اليه الاية)Kandungan Ayat
Ayat ini kembali mengulas hikmah atau rahasia dijadikannya bahasa Arab sebagai bahasa Al-Quran. Sebagaimana dalam surat Yusuf: 2 sudah diketahui bahwa uslub bahasa Arab balaghohnya tinggi. Ternyata katanya banyak penjelasan kata bermasalah yang terdiri dari 19 huruf bermasalah. Walaupun berbeda-beda, namun keseluruhannya habis dibagi oleh angka 19. diantaranya adalah sebagai berikut:
1) امم dalam Quran sebanyak 19 kali
2) الله sebanyak 2.698 kali yang merupakan perkalian 142 x 19
3) الرحمن sebanyak 57 kali yang habis dibagi 19
4) الرحيم sebanyak 114 kali, perkalian 6 x 19
Jadi Quran telah menampilkan dirinya sebagai kitab yang seimbang, surat 42: 17 menyatakan bahwa hal ini adalah nyata bahwa perimbangan angka tidak terbatas pada angka 19, namun kesemuanya dihimpun oleh dasar keseimbangan Al-Mizan.
d. Aktualisasi Pesan Ayat Dalam Konteks Kekinian
Sebagaimana telah disebutkan dalam makalah bahwa ternyata Quran menggunkan bahasa Arab yang di dalamnya mengandung ilmu balaghoh yang tinggi. Agar supaya kita paham hukum-hukum secara benar, kita jarus mempelajari ilmu nahwu sebagaimana Qoul syekh Umrithi:
والنحو اولى اةلا ان يعلما # اذا الكلام دونه لن يفهم
Disamping ilmu nahwu, juga sorof sebagai ibunya, balaghoh (retorika), isytiqo (etimologi). Sarana yang penting dalam memahami teks yang berbahasa Arab termasuk Quran adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk-beluk bahasa Arab. Adapun hukum mempelajari Quran adalah wajib, begitu juga hukum mempelajari sarana (wasilah) untuk memahami Quran adalah wajib adanya. Sebagaimana kaidah fikih mengatakan, "Ma la yatimmu al wajib illa bihi fahuwa wajibun".




5. SURAT AS-SYUURA AYAT 7

Artinya : “Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya[1339] serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.” (Qs. As-Syuura : 7).
a. اعراب الاية (Analisa Gramatika)
وَكَذَلِكَ :واو حرف العطف. ك= حرف الجر. ذَلِكَ= اسم الاشارة
أَوْحَيْنَا : : فعل وفاعلَ أوْحَي. فعل ماض. ونا فاعل
لِتُنْذِرَ : ل= لام التعليل. تنذر=. فعل المضارع منصوب بلام العليل وعلامته فتحة ظاهرة
أُمَّ :مفعول به
الْقُرَى : مخفوض بالاضافة وهو مضاف الى ام فهو مجرور بالاضافة وعلامة جره كسرة مقدرة على الالف لانه اسم المقصور
وَمَنْ : واو حرف العطف. من=اسم الموصول
حَوْلَهَا : ظرفية, مضاف. ها= مضاف اليه
وَ : حرف العطف
تُنْذِرَ : معطوف على لِتُنْذِرَ يتبع فى المعطوف فهو منصوب
يَوْمَ : ظرف منصوب فهو مضاف
الْجَمْعِ : مضاف اليه
لَا : لنفي الجنس
رَيْبَ : اسم لا منصوب بها وعلامة نصبه فتح اخره
فِيهِ :فى= حرف الجر. ه= مجرور بها
فَرِيقٌ :مبتدأ مرفوع
فِي الْجَنَّةِ : خبر مرفوع
وَفَرِيقٌ : و= حرف العطف. َفَرِيقٌ= معطوف على الفريق
فِي السَّعِيرِ : جر

b. (التحليل اللفظى)Analisa Kosa Kata
وَكَذَلِكَ : مثل ذلك لايجاز
لتُنْذِرَ :لتخوف
أُمَّ الْقُرَى : اهل المكة. قال الامام الفخري ام القرى اصل القرى وهي مكة مسميت بهذا الاسم اصلا لا لها لان فيها البيت و مقام ابراهيم
وَمَنْ حَوْلَهَا : اهل مكة وسائر الناس
يَوْمَ الْجَمْعِ : يوم القيامة
لَا رَيْبَ فِيهِ : لا شك فيه
فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ : فريق منهم في جنة النعيم وهم المؤمنون
وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ: فريق منهم في الجحيم وهم الكافرون
c. Kandungan Ayat
Allah berfirman bahwa sebagaimana telah kami wahyukan kepada para nabi setelah rasul "Demikianlah Kami wahyukan kepadamu al-Quran dalam bahasa Arab dengan jelas, terang, dan gambling, supaya rasul memberi peringatan kepada Ummul Qura dan penduduk sekelilingnya yaitu terdiri dari semua negeri, di belahan timur dan barat
Makkah dinamakan ummul qora karena dia lebih mulia dibandingkan dengan semua negeri yang ada . terdapat suatu hadist yang menyatakan tentang keutamaannya.
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنَا أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَدِيِّ بْنِ الْحَمْرَاءِ الزُّهْرِيَّ أخْبَرَهُ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ وَاقِفٌ بِالْحَزْوَرَةِ فِي سُوقِ مَكَّةَ وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ
"Demi Allah engkau (makka) alah sebaik-baimnya bumi Allah; tanah yang paling dicintai Allah. Andaikan aku tidak keluar darimu, maka aku tidak keluar. HR. Ahmad.
Quran mempunyai peran penting, ia menjadi media peringatan bagi dunia. Isi medianya menggunakan bahasa Arab. Dalam memberi peringatan Quran memuaskan akal dan jiwa. Bahasa Quran berbicara tentang hukum tidak kaku.
Untuk memerintahkan sesuatu, bahasa Arab dalam Quran menggunakan aneka gaya. Sekali dengan perintah tegas, di lain kali dengan menyatakannya sebagai kewajian dengan melukiskannya sebagai kebajikan atau mewasiatkan atau menjanjikan pelakunya ganjaran yang banyak. Contoh
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ...
ayat di atas tidak menyatakan "Tuhan mewajibkan kepada kamu" tetapi "Diwajibkan kepada kamu". Ini mengisyaratkan bahwa manusia sendiri yang akan mewajibkan puasa atas dirinya saat ia menyadari betapa pentingnya puasa. Dan hendaklah mereka sadar bahwa hal ini bukan sesuatu yang baru, karena orang-orang sebelum kamu juga telah berpuasa.
Puasa adalah salah satu cara mencapai takwa. Puasa tidak dituntut lama, bukan sepanjang masa, tetapi hanya beberapa hari tertentu. Itu kalau sakit atau dalam perjalanan maka tidak berpuasa
Demikianlah Quran menyentuh akal dan jiwa mitra bicaranya. Dalam memberi peringatan, perintahm bisa peringatan terhadap hari kiamat yang haqq.
d. Aktualisasi Pesan Ayat Dalam Konteks Kekinian
Ayat ini menyatakan Quran di wahyukan kepada nabi dalam bahasa Arab. Dipilihnya bahasa Arab untuk menjadi peringatan dan petunjuk Allah SWT ini disebabkajn karena masyarakat pertama yang ditemui Quran adalah masyarakat berbahasa Arab. Al-Quran itu مقتضى الحال (sesuai kondisi), tepat pada sasaran, bersifat universal, mempersatukan umat.
Dapat juga dipahami, setelah kita tahu bahasa Arab dan Quran secara mendalam, hendaklah kita juga memberi peringatan kepada yang lain sebagaimana adanya. Akan tetapi zaman sekarang banyak orang menjadi pemberi peringatan, namun dia belum paham bahasa Arab, apalagi tentang Quran. Mereka menngunakan teks-teks terjemah padahal teks-teks aslilah yagn lebih valid.
6. KESIMPULAN
Berdasar pembahasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
 Dalam tatanan bahasa Arab yang mempunyai kosa kata terkaya, ada hikmah tersendiri
 Redaksi al-Quran yang jelas tidak ada bengkok, mengandung mukjizat
 Bahasa Arab mempunyai peran penting dalam Quran sebagai petunjuk, bahkan berpengaruh terhadap jiwa manusia
 Bahasa Arab terpilih sebagai bahasa pengantar kalam Ilahi, bahkan menjadi bahasa yang khusus yagn mulia, bahasa Quran, dalam rangka proses pemahaman dan pencapaian nilai takwa.
7. PENUTUP
Demikian makalah yang dapat kami sampaikan, pastinya banyak kesalahan disana-sini, dari itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan makalah berikutnya. Dan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin…..
8. REFERENSI
Arr-Raghib Al-Asfihani, Mu’jam Mufrodati Al-Fadli Qur’an, (tth), Darul Fikr, Bairut
Ali As-Shobuni ,Shofwa Tafasir Juz 3, Darul Fikr, (tth), Bairut.
Departemen Agama RI, CV PENERBIT JUMANATUL ALI-ART, Bandung, 2005.
KH. Shaleh, KH. Dahlan, Asbabun Nuzul, CV Penerbit Diponegoro, Bandung, 2000, Edisi Kedua.
Muhammad Nashib Ar-Rofa’I, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 4, Gema Insani, Jakarta, 2000.
M. Quraish Shihab, Mukjizat Al-Qur’an, Mizan, Semarang, 1997, cet. 1.
M. Quraish Shihab Tafsir Al-Mishbah, Pesan kesan dan Keserasian Al-Qur’an, Lentera Hati., Jakarta, 2002.
http://www.blogger.com/rea
Imam Jalalain, Tafsir Qur’anul Adhim, Mujahidin, Semarang, (tth).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar